Sekedar Ungkapan Hati
   

<< November 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30


Aku dan Ibu

Anda juga bisa ke linkku yang lain :
http://edisutoyo.blogspot.com/
http://www.geocities.com/selatbaru/
http://edisutoyo.multiply.com/

 

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Nov 26, 2006
PINDAH ALAMAT



ASSALAMU'ALAYKUM WR WB


BLOG KU SEKARANG PINDAH ALAMAT KE :


http://edisutoyo.blogspot.com/


Mudah-mudahan teman-teman maklum


Posted at 08:20 am by edisutoyo
Comment (1)  

Sep 20, 2006
MARHABAN YA RAMADHAN

“ Selamat datang Ramadhan “ Bulan yang penuh pengampunan telah datang mari kita sambut dengan suka cita tanpa ada keluhan, 11 bulan telah kita lewati dengan kesibukan dan rutinitas duniawi telah kita jalani banyak hal-hal yang membuat kita alpa mengngingat NYA, sekarang merupakan momen terbaik memperbaiki diri beramal maksimal, berdo’a dan terus berdo’a menyesali atas kesalahan kita masa lampau karna keberkatan dan apunan itu akan lebih dibulan ini.

 

Penghulu dari bulan lainnya, Puasa di jadikan wajib ( untuk orang-orang yang beriman ), terdapat satu malam yang lebih baik dari 1000 bulan juga sejarah Islam mencatat Nuzulul Quran, perang Badar. Futuh Makkah, dan Umar menaklukan Palestina terjadi pada bulan ramadhan.

 

Marhaban ya Ramadhan, marhaban sendiri berasal dari RAHB yang memiliki makna lapang atau luas, marhaban selalu digambarkan dengan suasana bahagia  ketika kita menanti atau menyambut kehadiran baik tamu mapun bayi yang baru dilahirkan.

Mari kita isi ramadhan dengan baik dan tidak terlalu berkelebihan Misalnya, jika kita bangun malam jam 3, jangan dari jam 1 kita sudah bangun. Akhirnya begitu selesai ramadhan, kita butuh istirahat panjang, baru pada malam kedua kita sudah kesiangan.

Kalau Para sahabat memanfaatkan Ramadhan sebagai bulan infak, bulan peningkatan kegiatan dakwah, bulan kegiatan komunikasi, bulan membangun keluarga sakinah. Itu yang dilakukan oleh para sabahat. Jadi terus menerus membina diri, atau sebagai bulan tarbiyah.

Insya Allah kita kembali Fitrah. Amin...


Posted at 12:47 pm by edisutoyo
Comments (2)  

Aug 12, 2006
aku di tilang


Pagi yang cerah menyelimuti kota pekanbaru, kendaraan yang lalu lalang semakin banyak , membuat macet dibeberapa ruas jalan juga persimpangan lampu- lampu merah, juga persimpangan jalan nangka, sepeda motor yang pertama kali ku beli pagi Ini setia menemaniku bersama bunda dan kedia anakku menuju kantor pengembang Surya BP (salah satu pengembang perumahan RSS di pekanbaru ).

 

Rencana sih… mau beli perumahan RSS,  itung-itung untuk simpanan daripada nyimpan duit habis terus.

Saat  melewati jalan Sudirman aku terus masuk ke jalan Nangka ( tuanku atambusai ), pas didepan terminal mayang terurai ada U term yang bisa bebas kalau mau masuk ke terminal, tapi tidak bisa jika mau berbali ke jalan sudirman kembali, pas mau belok ke terminal ada mobil yang melaju berlawanan arah,  jadi aku tanpa was-was langsung berbelok kearah sudirman kembali,

 

tiba-tiba " priiiiit ˇ suara peluit polantas yang tidak terlihat olehku, " pagi pak ,

" Pak ! Tolong di keluarkan SIM dan STNK nya"  kata polantas tersebut.

"pagi, jawabku,

 "ayo ke pos, bapak telah melanggar rambu lalulintas, dilarang berbelok!"

" dasar lagi apes ˇ! Gumamku dalam hati.

Sambil berjalan aku ngomong ke oknum polisi tersebut "Pak sudah 2X saya lewat seperti tadi kok tidak pernah di larang"
"itu pas bapak beruntung , jawab oknum tersebut sekenanya.
"sekarang  bapak mau bayar di tempat Rp 80.000, atau ke pengadilan, kata aparat  sebut , sebut saja namanya LINAD.Ram ( samaran )

"tapi ada yang berbelok kok tidak di tangkap " ku tanya sambil menunjuk kearah mereka yang dibiarkan berlalu tidak di tilang.
"itu bukan urusan bapak, sayalah yang menentukan" jawabnya berwibawa
"O gitu" aparat tersebut pun langsung merah padam wajahya menunjukkan kekesalannya kepada ku.

"jadi gimana !" saya tidak memaksa, bayar atau pengadilan.

"Rp 50.000 lah pak" kataku lagi.

 

"ya udah " banyak sekali ceritanya sambil mengambil uang yang ku sodorkan.

Aku pun ahirnya berlalu dan terus berpikir kalau uang itu untuk negara ya gak masalah aku sangat ikhlas, karna memang aku bersalah, tapi kalu untuk  kantong pribadi saya gak rela,  kataku dalah hati.

Dimana selogan PELINDUNG, PENGAYOM DAN PELAYAN MASYARAKAT jika hal dibawah ini masih sering terjadi  :

 

1.       Pengaendara sepeda motor yang tanpa helm dan mobil yang tanpa sabuk pengaman di biarkan tanpa diperingatkan atau di tilang, tapi itu untuk 10 pengendara pertama lewat , dan 1 akan ditilang ( dalam pikiranku ini adalah lahan untuk mendapatkan uang tiap hari bila pas apes )

2.       Oknum Polisi suka tegak di sebalik mobil atau tempat-tempat yang tersembunyi supaya tidak terlihat langsung oleh pengendara ( dibiarkan pengendara bersalah untuk ditilang )

3.       Banyak Oknum Polisi yang melanggar dan tidak mematuhi aturan berkendaraan yang berlaku.

 

Jadi ingat cerita kakekku, dulu kami berjuang untuk memerdekakan negri ini tanpa pamrih tidak ada bayaran gaji tidak ada seragam semua kami cari dan usahakan sendiri semua kami lakukan demi anak cucuku nanti, 61 tahun sudah berlalu tapi sekarang sebagian penguasa malah menjajah bangsanya sendiri demi kekayaan pribadi dan keluarganya.

 

Dirgahayu Indinesia ku ke 61, cita-cita pahlawanku belum juga terwujut, entah sampai generasi  yang ke berapa..3...5....7...?....?..?


Posted at 02:32 pm by edisutoyo
Comment (1)  

Jul 20, 2006
Kekah " Haura "



Sudah 9 bulan kami sekeluarga tidak pulang kampung, terahir waktu lebaran 2005 kemaren, rencana untuk pulang sudah matang dan persiapan sudah kami buat beberapa minggu yang lalu, bersamaan dengan libur sekolah dan kenaikan kelas, bersamaan dengan acara pesta sunatan keponakan sekalian kami ikut kekah dan acara turun tanah adek " Haura "

 

Jam 11:00 Wib, Hendri anak masku yang ke dua sudah datang untuk mengantar kami ke pelabuhan tanjung Ru, dimana tempat ini merupakan alternative perjalan lewat sungai, dengan menaikit kapal boat biasanya perjalanan ke Pekanbaru - Bengkalis memakan waktu lebih kurang 3 – 4,5 jam, setelah semua barang masuk ke mobil perjalana untuk liburan pun kami mulai.

 

Hari ini seperti biasa penumpang tidak terlalu padat, saat paling padat biasanya lebaran, mulai libur dan mulai masuk sekolah, sesampainya di pelabuhan tanjung Ru aku pun terus berjalan menuju loket Kapal Boat " Bengkalis Wisata " karna biasanya kapal ini tidak terlalu penuh, maklum aku kan membawa keluarga dan anak kecil jadi ku usahakan kapal yang paling nyaman.

 

"ada kapal berangkat hari ini ? tanyaku ke agen.

' ada ! untuk berapa orang  pak, jawab penjaga loket sambil bertanya ke padaku.

'untuk dua orang, jawabku dan berapa ongkosnya sekarang ?

'Rp 250.000.00,  pak ! jawab penjaga loket.

'Mbak aku ada permintaan tolong kami yang kursinya baris tiga, tapi kalau belum penuh tolong jangan jual dulu ( penghematan ), kata ku

'aman tu pak , jawab ogen satunya lagi, kebetulan mereka dua orang.

 

Setelah selesai membayar tiket kami duduk di ruang tunggu sambil menunggu kapal merapat, di tiket kubaca kapal berangkat jam 01:15, berarti beberapa menit lagi kapal merapat.

 

Zaza yang dari tadi terlihat senang sambil berlari kearahku membawa susu kemasan Indomilk rasa cokelat, ' Bukak kan yah, kata Zaza menyuruhku memasukkan pipet kedalam botol susu tersebut, sementara Adek dan bunda lagi makan roti sambil membaca majalah femina, tidak lama kami menunggu kapal Boat pun merapat didermaga tanjung Ru, kami pun bergegas jalan menuju kapal, Sampai di kapal kami langsung mencari nomur tempat duduk 10,11,12, kebetulan nomor kami 11,12, setelah memasukan tas kebawah kursi kapal kami pun langsung duduk,

 'Yah kita kan mau kerumah mbah Bengkalis, Kata Zaza sambil meminum susu yang di pegangnya, "Iya mbak jawabku.

 

Pas jam 17:05, pun merapat ke dermaga Laksemana bengkalis yang merupakan dermaga mewah menurut ukuran kota Bengkalis,satu persatu penjemput yang sudah dari tadi menunggu, kami perhatikan, Ina dan kang Ram nampak melambai-lambai kami, " Zaza pun sibuk memanggil " Mbak Ina " beberapa kali, tapi mbak Inanya tidak dengar karna kami masih jauh dari ruang tunggu. Zaza memeng akrab denga Ina karna ina pernah lama dirumah Pekanbaru.

Kami dijemput dengan dua sepeda motor , perjalan kerumah mbah dari pelabuhan lebih kurang 30 menitan, saat kami sampai di rumah kami sudah ditunggu mbah, yu Yah, dan Heru, mbah terlihat sangat senang dengan kedatangan cucu-cucu nya, pagi tanggal 29 juni 2005 semua sudah sibuk dengan persiapan acara tetangga pada berdatangan membawa bahan mentah ( gawan ) yang nantinya akan diolah (masak bersama), dan pulang dibekali dengan bahan yang sudah matang ( berkatan ), kalau pesta di tempat kami ini sudah merupakan tradisi turun temurun sejak dulu, disinilah terasa sekali rasa kekeluagaan antara tetangga masih sangat terpelihara, Kira-kira Jam 9nan kambing kekah adek " Haura " pun dipotong dan di olah serta di masak bersama-sama, undangan yang datang serta  tetengga kalau di hitung  ya lebih kurang 1000an oranglah.

 

Saat ini lah yang paling dinatikan dapat berkumpul bersama saudara-saudara dekat, Mas Sariono juga datang dari pekanbaru, bersama anak-anaknya sampai di Rumah Mbah malam tangga 27 juni 2006, maka lengkaplah keluarga kami dirumah mbah, Untuk acara turun tanah,  adek " haura " dilakukan sore harinya, karna waktu Zaza kemaren, juga acaranya  dirumah mbah Bengkalis juga,  kami lakukan malam hari, Zaza kedinginan dan menangis sejadi-jadinya, jadi adek kita buat sore aja, untuk acara undangan malam bersamaan dengan acara kataman Heru serta dilanjutkan acara tepung tawar , sementara Heru sunat paginya tanggal 30 jam 08:00.

 

Tanggal 01 Juli 2006 kami pulang ke pekanbaru dengan membawa oleh-oleh kegembiraan ngumpul bersama keluarga.

Mungkin lirik lagu  " libur tlah tiba 2X " , " hatiku gembira "

Perlu diganti dengan " libur tlah usai 2X " " kini rindu yang ada "

Dan hatikupun bertanya  kapan dapat berkumpul lagi bersama keluarga seperti ini lagi,

Panjang umur, masa itu akan datang lagi. Insya Allah.



Posted at 09:29 am by edisutoyo
Comment (1)  

Jul 10, 2006
Bentrok Nelayan Selat baru Kec Bantan



" Kasian jang !.. demi membela kawan harus masuk penjaro.!." , "Bio dio raso, memang nya ikan di laut punyo dio..?." ,  "Inilah susahnyo jadi orang kecik , semua salah...?!".
menu obrolan yang kini setiap hari di bicarakan di Parit I selat baru Kec.Bantan.

 

Pagi ini memang mendung, sepertinya alam juga tau gundahnya warga disini, rasa was-was tampak dari wajah-wajah mereka setelah kejadian 15 Juni yang lalu, ketakutan akan serangan balik dari nelayan jaring batu ( bottom gill net ) dan penangkapan warga yang bernama UJ yang terindikasi tersangka bentrokan oleh pihak kepolisian, karna tidak tertutup kamungkinan masih akan bertambah.

 

Di Parit satu inilah sebagian besar nelayan selatbaru tinggal, mereka memang sedang mengalami kesulitan ekonomi, minimnya modal, penguasaan tehnologi perikanan yang pas-pasan, tangkapan ikan yang semakin berkurang, serta pemasaran lewat tengkulak ( umumnya dari etnis cina ), juga tingkat pendidikan yang jauh tertinggal, karna di Parit I tidak lebih dari 10 orang yang tamat SMU, sehingga perkembangan warga sangat lambat.

 

Punca masalah adalah Ikan Kurau ( giant threadfin) yang di tangkap memakai jaring batu ( bottom gillnet ) jaring ini tanpa ampun dapat merusak terumbu karang dan bebatuan laut, Sedangakan rawai hanya menggunakan pancing, semakin berkurangnya tankapan nelayan jaring rawai membuat mereka cenburu dan berpikir jika ini diteruskan maka ikan kurau akan bernasip seperti ikan terubuk yang dulu terbersar ke II di dunia, sekarang hanya menjadi dongeng anak-anak bengkalis menjelang tidur, walaupun sudah di abadiakan menjadi maskot kota bengkalis, generasi sekarang tidak pernah merasakan enaknya daging dan telur ikan terubuk.

 

Parit I selatbaru Kec.Bantan adalah tempat yang sangat istimewa buat Bengkalis, selain tempat wisata alam pantai selatbaru juga pelabuhan internasional yang tinggal menunggu pengoprasiannya bertempat disini, sacara tidak langsung ini pasti akan membawa ke arah perubahan terutama warga Parit I, bentrok 15 juni 2006 memang sangat menyedihkan karna initelah berlangsung lebih kurang 25 tahunan yang lalu, namun pihak-pihak dipemerintah daerah terkaya di Indonesia ini tidak pernah mau menuntaskan masalah ini sampai benar adil. Dan sekarang kejadian bentrok lagi mereka hanya saling menuding dan mencari kambing hitamnya saja.

 

Parit I selatbaru tidak lagi asing bagi ku, aku lahir dan besar di sini, walaupun sekarang Cuma sesekali berkunjung ke pantai selatbaru wajah teman-temanku masih begitu jelas di banakku, orang-orang tua dulu yang sekarang mungkin sudah tidak ada lagi seperti, wahap, gemplo, amil, wage, senan, ilyas, derus adalah orang tua di parit I sedangkan teman-teman mainku seperti Ujang, karim, katan,amit,karimun,umar A, Umar B, juga siti hajar, siti rohani, minah adalah teman-temanku di SDN 048.

 

Ingatan ku kini semakin jauh dimana saat aku dan teman nelayan ku mancing di kuala sungai liong , juga naik perahu pompong ngabil ikan di gumbang ( alat tangkap seperti lukah yang terbuat dari jaring ) udang putih besar, cumi-cumi, tinggal ambil saja, ikan tengiri, bawal, parang, selar, layur, senangin, yang paling kusuka ikan selar kalau di bakar di kasi kicap asin cap soya    ( kicap dari Malaysia ) cabe di iris huh..uenak tenan, makan selagi hangat, yang paling tidak bisa ku lupakan saat aku mendapatkan 4 ekor ikan blukang waduh cukup puas walaupun perjalan ke kuala watu itu masih susah, kita harus melewati bibir pantai berpasir dengan berjalan kaki atau menaiki sepeda itupun bisa kita lakukan jika air pasang lagi surut, jika terjebak pasang yah kita tunggulah 2-4 jam kemudian, sesampainya di rumah langsung ku buat bumbu dan ku panggang diatas bara api dari kayu, setengah matang ku tinggal mandi siap mandi ingat ada PR yang harus ku kerjakan, setelah mengerjakan PR maksud hati mau makan dengan ikan panggang, namun betapa kecewanya aku, yang tinggal Cuma duri dan kepalanya aja, menangis rasa hati mana lapar lagi, nasi udah diambil lagi....aku jadi sedih..dih dih....   

 

Sekarang teman-temanku lagi bersedih dan berduka , aku hanya dapat berdoa semoga kalian sabar menjalani semua ini, " teman badai pasti berlalu".

 


Posted at 03:31 pm by edisutoyo
Comments (3)  

May 29, 2006
Yokya Hari ini


Kesedihanku tidak dapat mewakili kesedihan saudaraku.

Yang tertimpa musibah gempa.

Alam negriku masih sering emosi dan marah.

Ketakutan, tangis, menjadi canda hari ini
Luka, darah, menjadi lukisan hari ini
Kehilangan menjadi potret hari ini
Hari ini adalah hari kepedihan
Saudaraku di Yokyakarta

Tiada nyanyian .... ( Doel ) ...

Panas-panas goreng pisang
Kopi agak manis di gelas kaca
Reff :

(ada lagu yang indah di malioboro)

Lagu cinta tentang  engkau dan aku


Tadi Malam Bagitu indah di sini
Sekarang hancur ...........
57 detik..kau menggores kepedihan
Luluh lantaklah semuanya
Ibu, anak, ayah, saudara
Harus pergi untuk selamanya

Jika ini merupakan ujian bersabarlah saudaraku
Jika ini merupakan peringatan tobatlah ........
Tapi ini buka murka Nya
Karna DIA maha penyayang

Pekanbaru 27.05.2006


Foto dari : http://www.utusan.com.my/utusan/content.asp?y=2006&dt=0528&pub=Utusan_Malaysia&sec=Muka_Hadapan&pg=mh_01.htm


Posted at 09:37 am by edisutoyo
Comments (3)  

May 15, 2006
Tanya….Kenapa..?.%$# warga merapi

Mbah marijan dan sebagian warga emoh ngungsi … ini yang sekarang menjadi berita bayak media hari ini, sungguh luar bisa suatu prinsip yang menurut sebagian besar orang adalah kesiasiaan menantang kehendak alam atau justru mereka yang tahu betul seluk beluk inci demi inci rahasia alam merapi.

 

Atau setidaknya mereka punya keyakinan alam adalah sahabat …tapi kenapa saat yang sudah begitu genting menurut ahli mereka hiraukan, tapi pasti mereka punya keyakinan :

 

  1. yakin mereka akan selamat walaupun merepi benar-benar meletus.
  2. yakin ke mbah marijan bawa saat ini belum tepat untuk ngungsi karna belum ada perintah.
  3. yakin bahwa seluruh hartanya yang di kumpulkan denagan keringat dan kelelahan akan terlantar jika mengungsi.
  4. yakin pemerintah belum sepenuhnya menjamin,
  5. Dan selanjutnya yakin  hidup amatlah penuh tantangan dan pengorbanan, buat orang berada 5 ekor sapi bisa di dapat hanya dengan gaji sehari dari 30 hari kerja, namun bagi warga lereng merapi untuk mendapatkan 5 ekor sapi mereka memerlukan 2 sampai 3 keturunan, ini memeng ironis tapi itulah kehidupan nyata mereka, walau nyawa menjadi taruhaannya hanya itulah yang bisa mereka lakukan karna esok masih terlihat pahit buat mereka.

 

Sekarang mereka kelihatan tidak peduli dan amatlah tegar !!...?.%$.> tetapi kita harus yakin siapa yang dengan begitu rela menantang maut cuma demi harta, yang mereka lakukan adalah keterpaksaan akibat himpitan ekonomi dan pejuangan kehidupan untuk generasi berikutnya yang lebih baik dari mereka.

 

Dan untuk  mbah marijan ini adalah bentuk tanggung jawabnya yang hanya di miliki sedikit dari pemimpin kita, ibarat nahkoda dialah yang terahir meninggalkan kapal untuk memastikan bahwa kapal telah benar-benar tenggelam dan tidak ada lagi warga yang tertinggal tanpa ia dapat membantunya. Jadi kalu sudah demikian, siapa yang harus disalahkan

Tanyakan….kenapa…(siapa,,.,?>*&%)

 


Posted at 11:34 am by edisutoyo
Comment (1)  

May 11, 2006
MUSIK

Orang bilang hidup seperti musik berirama, nada – nada yang dimainkan indah didengar menentramkan jiwa, kelelahan beaktifitas setelah seharian bekerja sering di luangkan waktu untuk mendengar musik malahan ada yang sampai tertidur dan termenung tersenyum bahkan tertawa sambil bersenandung mengikuti irama musik indah dan sangat indah, irama - irama yang dialunkan sangat beragam dari yang sangat sederhana sampai nada – nada tingkat tinggi yang dikhususkan.

 

Kecendrungan ini sudah berlangsung sangat lama baik masyarakat intelek maupun masyakat yang sangat awam , baik yang mengerti musik itu luar dalam atau cuman enak di dengar lewat telinga tergantung cara menikmatinya dan pemaham tenteng musik tersebut.

 

Musik sekarang ini juga sudah dikemas apik lewat berbagai prangkat elektronik dimainkan dengan sangat mudah seperti yang sering kita dengat karya musik pop, keroncong, jawa, melayu, daerah, rohani dan lain-lain atau jenis musik classic yang sangat rumit, masyarakat tinggal memilih untuk menikmatinya bisa lewat radio, tape, vcd, dvd, hp, ipot dan masih banyak lagi.

 

Musik memang universal begitu manusia ada musik juga mengikutinya, walau musik di ciptakan tidaklah mudah begitu banyak waktu dan pikiran dicurahkan untuk menjadikan sebuah karya yang indah dan disenangi masyarakat, terkadang tidak pernah terbayang di benak kita bila satu karya musik bisa memakan waktu berbulan bahkan bertaun untuk penyelesaiannya.nada – nada disusun melodi dan harmoni ditata diarahkan ke satu arah bisa tenteng kepedihan maupun kebahagiaan bahkan untuk menyemangatkan saat peperangan indah memeng musik begitu indah.

 

Musik telah menjadi kesatuan dalam kehidupan, siapa yang tidak kenal dengan W.A Mozart ( 1756 – 1791 ) karya – karya classic nya sampai sekarang masih di pelajari di seantero dunia dikagumi dan masih sangat sulit di tandingi oleh pemusik dunia manapun, karya W.A Mozart lebih dari 528 komposisi, seluruh hidupnya untuk musik walau karya terahirnya tidah pernah dapat diselesaikan ( re qulem ) dan hidup dalam kemiskinan ia tetap terus berkarya.

 

Memang benar kata orang pintar hidup kita bersatu dengan musik, antara musik dan kita adalah satu walaupun tanpa kita sadari.


Posted at 05:02 pm by edisutoyo
Comments (5)  

Apr 22, 2006
Berdiri

Aku berdiri tegak disini

Ku saksikan waktu berlalu pergi

Ku dengarkan impian sunyi

Bersama desah waktuku

 

Aku makin tidak tau

Apa arti kehidupan

Apa arti kejujuran

Kesombongan serta rasa kasian

 

Bulan masih tetap di sana

Dengan sinarnya yang redup

Membelai isi sebagian alam

Diagungkan sebagai  dewa penyelamat gulita

 

Sedangkan aku masih berdiri dan tegak disini

Menanti pergantian waktu

 

Memang hati masih bertanya

Kapan cita dan cinta akan terlaksana

Keduanya beriring bersama

Untuk satu tekad.....

 

Walau aku semakin bingung

Dimana jujur dan kesombongan serta rasa kasihan

Walau aku tetap berdiri

 

Pekanbaru, 23-11-1994

 

Ku lihat tangisan amak penuh iba

Mata dan rambut telah dirubah alam

Ayah dan bunda nya telah lama pergi

Sesuap nasi di perjuangkan dengan hati

 

Puisi ini ku temukan hari ini di tumpukan buku – buku lamaku  22-April 2006


Posted at 06:28 pm by edisutoyo
Make a comment  

Apr 2, 2006
PEKANBARU



 

Kalau mau ke pekanbaru ini sedikit gambaran tentang Pekanbaru yang merupaka Ibukota Riau Propinsi, Kotamadya Pekanbaru ini mempunyai luas sekitar 632,26 km2 (63.226 ha).  Penduduk pekanbaru terdiri dari  Minang, Jawa, Batak, baru disusul penduduk asli Melayu yang paling lama mendiami pekanbaru yang tempo dulu lebih dikenal dengan nama Bandar Senapelan.


Sarana transport umum di pekanbaru yang adalah  Oplet, sekali naik dengan satu jurusan kita harus merogoh kocek Rp.2000, taksi juga bayak tapi relative mahal, dari bandara Sultan sarif kasim ke pasar pusat Rp.30000, kita juga bias menggunakan jasa transportasi ojek biasanya banyak mangkal di awal-awal jalan masuk dan sering ada di tertulis pangkalan ojek, kalau ongkos ojek ya tinggal pinter-pinter nawar aja.

 

Pembangunan pekanbaru sekarang lumayan grek mega proyek banyak di pekanbaru misalnya stadion olahraga hangtuah di jalan hangtuah yang  sekarang di jadikan islamic centre , Juga rumah sakit Umum Pekanbaru di pugar mentereng rancananya setara RS Internasional. Terminal AKAB yang besar dan megah, pusat perbelanjaan Mal juga semakin banyak.

 

Untuk penginapan Hotel dan Restoran ada Hotel Ibis, Hotel Sahid, Hotel Furaya, Hotel Mutiara Merdeka, dan masih banyak lagi Hotel-hotel kelas II dan wisma, kalau untuk Tempat-tempat makan ada pondok Gurih, Ratu kuring, Lubuk idai, Sri mersing, Untuk tempat wisata alam ada Alam mayang, Danau buatan, Hutan Minas, Sedangkan untuk wisata Rohani ada Mesjid Senapelan, Ada juga musium Sang Nila tetapi tidak terawat  lagi seperti di lupankan pemda, Ada juga yang baru dibangun Gedung Teater ya lumayanlah besarnya. Otonomi benar-benar membawa berkah untuk Pekanbaru sehingga geliatnya mulai kelihatan


Posted at 04:18 pm by edisutoyo
Comments (10)  

Next Page