Sekedar Ungkapan Hati
   

<< August 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31


Aku dan Ibu

Anda juga bisa ke linkku yang lain :
http://edisutoyo.blogspot.com/
http://www.geocities.com/selatbaru/
http://edisutoyo.multiply.com/

 

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Aug 12, 2006
aku di tilang


Pagi yang cerah menyelimuti kota pekanbaru, kendaraan yang lalu lalang semakin banyak , membuat macet dibeberapa ruas jalan juga persimpangan lampu- lampu merah, juga persimpangan jalan nangka, sepeda motor yang pertama kali ku beli pagi Ini setia menemaniku bersama bunda dan kedia anakku menuju kantor pengembang Surya BP (salah satu pengembang perumahan RSS di pekanbaru ).

 

Rencana sih… mau beli perumahan RSS,  itung-itung untuk simpanan daripada nyimpan duit habis terus.

Saat  melewati jalan Sudirman aku terus masuk ke jalan Nangka ( tuanku atambusai ), pas didepan terminal mayang terurai ada U term yang bisa bebas kalau mau masuk ke terminal, tapi tidak bisa jika mau berbali ke jalan sudirman kembali, pas mau belok ke terminal ada mobil yang melaju berlawanan arah,  jadi aku tanpa was-was langsung berbelok kearah sudirman kembali,

 

tiba-tiba " priiiiit ˇ suara peluit polantas yang tidak terlihat olehku, " pagi pak ,

" Pak ! Tolong di keluarkan SIM dan STNK nya"  kata polantas tersebut.

"pagi, jawabku,

 "ayo ke pos, bapak telah melanggar rambu lalulintas, dilarang berbelok!"

" dasar lagi apes ˇ! Gumamku dalam hati.

Sambil berjalan aku ngomong ke oknum polisi tersebut "Pak sudah 2X saya lewat seperti tadi kok tidak pernah di larang"
"itu pas bapak beruntung , jawab oknum tersebut sekenanya.
"sekarang  bapak mau bayar di tempat Rp 80.000, atau ke pengadilan, kata aparat  sebut , sebut saja namanya LINAD.Ram ( samaran )

"tapi ada yang berbelok kok tidak di tangkap " ku tanya sambil menunjuk kearah mereka yang dibiarkan berlalu tidak di tilang.
"itu bukan urusan bapak, sayalah yang menentukan" jawabnya berwibawa
"O gitu" aparat tersebut pun langsung merah padam wajahya menunjukkan kekesalannya kepada ku.

"jadi gimana !" saya tidak memaksa, bayar atau pengadilan.

"Rp 50.000 lah pak" kataku lagi.

 

"ya udah " banyak sekali ceritanya sambil mengambil uang yang ku sodorkan.

Aku pun ahirnya berlalu dan terus berpikir kalau uang itu untuk negara ya gak masalah aku sangat ikhlas, karna memang aku bersalah, tapi kalu untuk  kantong pribadi saya gak rela,  kataku dalah hati.

Dimana selogan PELINDUNG, PENGAYOM DAN PELAYAN MASYARAKAT jika hal dibawah ini masih sering terjadi  :

 

1.       Pengaendara sepeda motor yang tanpa helm dan mobil yang tanpa sabuk pengaman di biarkan tanpa diperingatkan atau di tilang, tapi itu untuk 10 pengendara pertama lewat , dan 1 akan ditilang ( dalam pikiranku ini adalah lahan untuk mendapatkan uang tiap hari bila pas apes )

2.       Oknum Polisi suka tegak di sebalik mobil atau tempat-tempat yang tersembunyi supaya tidak terlihat langsung oleh pengendara ( dibiarkan pengendara bersalah untuk ditilang )

3.       Banyak Oknum Polisi yang melanggar dan tidak mematuhi aturan berkendaraan yang berlaku.

 

Jadi ingat cerita kakekku, dulu kami berjuang untuk memerdekakan negri ini tanpa pamrih tidak ada bayaran gaji tidak ada seragam semua kami cari dan usahakan sendiri semua kami lakukan demi anak cucuku nanti, 61 tahun sudah berlalu tapi sekarang sebagian penguasa malah menjajah bangsanya sendiri demi kekayaan pribadi dan keluarganya.

 

Dirgahayu Indinesia ku ke 61, cita-cita pahlawanku belum juga terwujut, entah sampai generasi  yang ke berapa..3...5....7...?....?..?


Posted at 02:32 pm by edisutoyo

malaysia web design
July 2, 2009   02:47 PM PDT
 
simbul ape ni
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry